ANALISIS ANTIOKSIDAN DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BUAH SERTA DAUN CIPLUKAN PADA BERBAGAI SUHU PENGERINGAN

Penulis

  • Aureli Fernanda Putra Program Studi S1 Farmasi, STIKes Panti Waluya Malang, Indonesia
  • Sugiyanto Program Studi S1 Farmasi, STIKes Panti Waluya Malang, Indonesia
  • Venny Kurnia Andika Program Studi S1 Farmasi, STIKes Panti Waluya Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36916/jop(journalofpharmaciest).v1i01.452

Kata Kunci:

Antioksidan, Ciplukan, Flavonoid, Pengeringan Suhu, Spektrofotometri UV-VIS

Abstrak

Tanaman obat tradisional khususnya ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki nilai signifikan dalam warisan budaya Indonesia. Kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid membuat ciplukan diminati sebagai sumber obat alami. Tujuan Penelitian: ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar flavonoid serta aktivitas antioksidan pada buah dan daun ciplukan yang diekstrak dengan etanol dan dikeringkan pada suhu 60°C, 80°C, dan 100°C. Metode: DPPH digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan, dengan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ciplukan memiliki potensi antioksidan yang signifikan. Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap kadar antioksidan pada buah mendapatkan hasil nilai IC50 pada suhu 60°C sebesar 0,002 µg/mL, pada suhu 80°C sebesar 4,360 µg/mL, dan pada suhu 100°C sebesar 4,070 µg/mL, sedangkan untuk kadar antioksidan pada daun mendapatkan hasil nilai IC50 pada suhu 60°C sebesar 9,460 µg/mL, pada suhu 80°C sebesar 1,120 µg/mL, dan pada suhu 100°C sebesar 2,880 µg/mL, dan pengujian kadar flavonoid pada buah dengan suhu 60°C didapatkan kadar sebesar 0,258 mg/g, pada suhu 80°C didapatkan kadar sebesar 0,455 mg/g, dan pada suhu 100°C didapatkan kadar sebesar 0,302 mg/g, sedangkan untuk pengujian kadar flavonoid pada daun dengan suhu 60°C didapatkan kadar 0,109 mg/g, pada suhu 80°C didapatkan kadar sebesar 0,157 mg/g, dan pada suhu 100°C didapatkan kadar sebesar 1,102 mg/g. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini didapatkan kadar antioksidan tertinggi pada buah ciplukan dengan pengeringan suhu 60°C (IC50 = 0,002 µg/ml), sedangkan pada daun didapatkan kadar antioksidan tertinggi pada suhu pengeringan 80°C (IC50 = 1,120 µg/ml). Kadar flavonoid pada buah dan daun ciplukan didapatkan kadar yang paling tinggi pada suhu pengeringan 100°C dimana kadar flavonoidnya sebesar 1,102 mg/g.

Kata kunci : Antioksidan, Ciplukan, Flavonoid, Pengeringan Suhu, Spektrofotometri UV-VIS

Referensi

Ahalya. 2013. Evaluation of In Vitro Antioxidant Activity of Annona Muricata Bark. International Journal of Pharmaceutical.

Diana, Ida Sari et al. (2015). Tradisi Masyarakat dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Lekat di Pekarangan. Jurnal Kefarmasian Indonesia.5 (2): 123-132

Elsa, R. S., dan Gabriel, V. A. (2013). Physalis angulata L. (Bolsa Mullaca): A Review of its Traditional Uses, Chemistry and Pharmacology. Boletin Latinoamericano y del Caribe de Plants Medicinales y Aromaticas.

El-Tanbouly, H. M., El-Sayed, S. M., & Mostafa, R. A. (2023). Pharmacological and therapeutic potential of Physalis angulata: A comprehensive review. Journal of Ethnopharmacology, 295, 115348.

Endra, P., & El’zeba, D. (2021). Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% dan 96% Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Spektrofotometri. Cendekia Journal Of Pharmacy, 5(1), 28–43.

Finkel, T., & Holbrook, N. J. (2000). Oxidants, oxidative stress and the biology ofageing. Nature, 408(6809), 239–247.

Gupta, R. K., Kumar, S., & Sharma, A. K. (2023). Chemical composition and pharmacological activities of Physalis angulata: A review. Journal of Ethnopharmacology, 300, 115808.

Harlita, T. D., Oedjijono, & Asnani, A. (2018). The Antibacterial Activity of DayakOnion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Towards Pathogenic Bacteria. Tropical Life Sciences Research, 29(2), 39–52.

Irnawati, Purba, M., Mujadilah, R., Dan Sarmayani. Penetapan Kadar Vitamin C Dan Uji Aktifitas Antioksidan Sari Buah Jongi Terhadap Radikal DPPH. Jurnal Ilmiah Farmasi Unsrat. 2017;6(2).

Krishna Murali, Vadluri Ajender, Kumar Manoj. 2013. In Vitro Determination Of Antioxidant Activity Of Physalis Angulata Lnn. International Journal of

Khan, P. S., Khan, H. R., & Shah, M. H. (2023). Natural antioxidants from plants: Their role in human health and disease prevention. Journal of Dietary Supplements.

Kim, J. S., Lee, T. K., & Park, M. H. (2023). Antioxidant activity and bioactive components of marine bivalves: A review. Marine Drugs, 21(2), 87.

Neldawati, Ratnawulan, & Gusnedi. (2013). Nilai Absorbansi dalam Penentuan Kadar Flavonoid untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat. Pillar Of Physics , 2, 76.

Oktavia, S., Dharma, S., Yarman, A., 2016. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Herba Ceplukan (Physalis Angulata L.) Terhadap Gangguan Fungsi Ginjal Mencit Putih Jantan. Jurnal Farmasi Higea, Vol. 8, No.

Ratri, W. S., & Dharini, M. T. (2016). Peluang ekonomi tanaman ciplukan (physalis angulata L.) sebagai abate alami. Jurnal secienceth, 2(01), 128- 135.

Sopandi, 2018. Tanaman Obat Tradisional Jilid II. Bandung: PT Sarana Pancakarya Nusa.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-23

Citation Check