EVALUASI EFEK SAMPING OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV DI PUSKESMAS KOWEL KABUPATEN PAMEKASAN

Penulis

  • Maulidatur Rohmah Program Studi S1 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia
  • Naili Uswatun Hasanah Program Studi S1 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia
  • Akhmad Fathir Program Studi S1 Farmasi, Universitas Islam Madura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36916/jop(journalofpharmaciest).v1i2.564

Kata Kunci:

Kata kunci : ARV, HIV,  efek samping

Abstrak

Pendahuluan: Efek samping obat antiretroviral (ARV) merupakan aspek penting dalam terapi pasien HIV karena dapat memengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kejadian efek samping terapi ARV pada pasien HIV di Puskesmas Kowel Kabupaten Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PRO-CTCAE dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 19 pasien yang menjalani terapi ARV. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kejadian efek samping. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 pasien mengalami efek samping, sedangkan 14 pasien tidak mengalami efek samping, dengan total 12 kejadian efek samping. Efek samping yang paling sering terjadi adalah gangguan fungsi seksual dan pusing, diikuti oleh diare, kecemasan, insomnia, demam atau menggigil, gangguan kulit, rambut rontok, dan peningkatan berat badan. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak semua pasien mengalami efek samping, namun beberapa pasien dapat mengalami lebih dari satu jenis efek samping. Kesimpulan: efek samping terapi ARV pada pasien HIV menunjukkan variasi dalam jenis dan frekuensi kejadian, di mana sebagian pasien mengalami lebih dari satu efek samping, sehingga diperlukan pemantauan berkelanjutan untuk menjamin keamanan terapi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kata kunci : ARV, Efek Samping, HIV

Referensi

Chandra, E., Pratiwi, A. and Sari, M. (2023) “Adverse drug reactions among HIV patients receiving antiretroviral therapy,” Journal of Public Health and Pharmacy, 5(2), pp. 77–85. https://journal.ugm.ac.id.

Fadillah, R., & Fitriyani, I. N. (2024). Penerapan Metode K-Means Clustering untuk Klasifikasi Efek Samping Penggunaan Obat ARV pada Pasien HIV di Puskesmas. Jurnal Media Informatika, 6(1), 731-738.

Faisal, N., Azis, R., & Syafar, M. (2021). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Pencegahan Penularan HIV oleh ODHA Pada Orang lain. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 332–339.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor PM.02.04/III/2919/2021 tentang Rekomendasi Terapi Antiretroviral Lini Pertama HIV/AIDS dan IMS. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan eksekutif perkembangan HIV AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) triwulan IV tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rohmatullailah, D., & Fikriyah, D. (2021). Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2 (1), 45.

UNAIDS. (2025). Fact sheet 2025: global HIV statistics-People living with HIV accessing antiretroviral therapy. Geneva: UNAIDS.

World Health Organization. (2021). Consolidated guidelines on HIV prevention, testing, treatment, service delivery and monitoring: recommendations for a public health approach. Jakarta: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Laporan Penilaian Risiko Cepat di Indonesia Tahun 2024. Jakarta: World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-11

Citation Check