PENGARUH RASIO PELARUT TERHADAP EFISIENSI EKSTRAKSI KURKUMIN DARI KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) MENGGUNAKAN METODE SOXHLET
DOI:
https://doi.org/10.36916/jop(journalofpharmaciest).v1i2.582Kata Kunci:
Kurkumin, Kunyit, Rasio Pelarut, Soxhlet, Spektrofotometri UV-VisAbstrak
Pendahuluan: Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antikanker. Keberhasilan proses ekstraksi kurkumin dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya rasio pelarut terhadap bahan yang menentukan efisiensi perpindahan senyawa aktif ke dalam pelarut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil rendemen ekstrak kunyit pada variasi rasio pelarut:bahan menggunakan metode Soxhlet serta mengetahui pengaruh variasi rasio pelarut terhadap kadar kurkumin yang dihasilkan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan pelarut etanol 96% dengan variasi rasio pelarut:bahan 1:5, 1:10, dan 1:15. Simplisia dan ekstrak terlebih dahulu distandarisasi, kemudian kadar kurkumin ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 422 nm. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil: Rendemen ekstrak yang diperoleh pada rasio pelarut:bahan berturut-turut sebesar 11,55%, 12,40%, dan 13,30%. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi rasio pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar kurkumin ekstrak kunyit (p<0,05). Kadar kurkumin tertinggi diperoleh pada rasio 1:15 sebesar 5,14 ± 0,32 µg/mL (10,29 ± 0,65% b/b), sedangkan kadar terendah diperoleh pada rasio 1:5 sebesar 4,19 ± 0,30 µg/mL (8,38 ± 0,60% b/b).
Kesimpulan: Peningkatan rasio pelarut:bahan cenderung meningkatkan kadar kurkumin ekstrak kunyit.
Kata kunci: Kurkumin, Kunyit, Rasio Pelarut, Soxhlet, Spektrofotometri UV-Vis
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. (2017). Gestational Concerns When To Intervene and What To Do. In Farmakope Herbal Indonesia
(II). Kementrian Kesehatan RI. https://doi.org/10.1201/b12934-13
Dhita Dwi Pricilia, N. M. S. (2021). Review: Teknik Isolasi dan Identifikasi Kurkuminoid Dalam Curcuma longa
L. Farmaka, 18(1), 53–59.
Nabilah, A., Maflahah, I., Asfan, D. F., Teknologi, P., Pertanian, I., Pertanian, F., Trunojoyo, U., July, S., &
February, A. (2024). Karakteristik Mutu Garam Fungsional Tanaman Alur ( Suaeda maritima )
Berdasarkan Perbandingan Rasio Pelarut dan Tepung Alur. 17(1), 88–95.
Rifai, G., Widarta, I. W. R., & Nocianitri, K. A. (2018). Pengaruh Jenis Pelarut dan Rasio Bahan dengan Pelarut
Terhadap Kandungan Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat ( Persea
americana Mill .). 7(2).
Sugiandi, S., Afriani, K., Hamidi, A., & Maulia, G. (2021). Pengaruh Pelarut dan Jenis Ekstrak Terhadap Kadar
Kurkumin dalam Simplisia Kunyit dan Temulawak secara Spektrofotometri Sinar Tampak. Warta Akab,
(2), 6–11. https://doi.org/10.55075/wa.v45i2.48
Suharsanti, R., Astutiningsih, C., Susilowati, N. D., Tinggi, S., Farmasi, I., & Semarang, Y. P. (2020). Kadar
Kurkumin Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Secara KLT Densitometri dengan Perbedaan
Metode Ekstraksi Curcumin Levels from Turmeric Extract (Curcuma domestica). Jurnal Wiyata, 7(2),
–93.
Vivi Shofia, Adek Bela Anggraeni, H. N. (2024). Analysis of Antioxidant Activity of Curcumin Extract from White
Tumeric (Curcuma zedoria) and Yellow Tumeric (Curcuma longa) using Soxhletation Method). 1(3), 108–
Wati, I., Si, M., Ir, M. R. M., Ph, D., Nurbani, F., Pratiwi, H., Teknologi, I., Itenas, N., Teknik, J., Jl, K., &
Mustopha, P. H. H. (2018). Pengaruh Konsentrasi Pelarut dan Nisbah Bahan Baku dengan Pelarut
Terhadap Ekstraksi Kunyit Putih ( Curcuma zedoria .). 143–151.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Laili Sapta Mei Mayang Sari, Ach.Faruk Alrosyidi, Taufikurrahman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







