PENGARUH VARIASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK CABE JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL.)
DOI:
https://doi.org/10.36916/jop(journalofpharmaciest).v1i2.600Kata Kunci:
Cabe Jawa, Antibakteri, variasi pelarut, Staphylococcus aureus, Escherichia coliAbstrak
Pendahuluan: Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman obat yang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Perbedaan tingkat kepolaran pelarut memengaruhi senyawa aktif yang terekstraksi sehingga berpengaruh terhadap aktivitas antibakterinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas antibakteri ekstrak Cabe Jawa terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Metode: Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Nutrient Agar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil: Variasi pelarut berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak Cabe Jawa. Variasi pelarut dan konsentrasi berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak buah Cabe Jawa, diikuti ekstrak etil asetat dan n-heksana. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk.
Kesimpulan: Variasi pelarut berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.). Pelarut etanol 96% menghasilkan aktivitas antibakteri paling baik terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Kata kunci : Cabe Jawa, antibakteri, variasi pelarut, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Referensi
Brooks, G. F., Carroll, K. C., Butel, J. S., Morse, S. A., & Mietzner, T. A. (2020). Jawetz, Melnick & Adelberg's Medical Microbiology (28th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Faramayuda, F., Kusuma, A. S. W., & Nurhidayah, R. (2021). Aktivitas antibakteri dan kandungan senyawa aktif buah Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.). Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 19(2), 112–120.
Fitriani, D., Sari, R., & Handayani, L. (2022). Pengaruh konsentrasi ekstrak tanaman herbal terhadap aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Jurnal Farmasi Indonesia, 14(1), 45–53.
Khotimah, K. (2016). Pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen dan kandungan senyawa bioaktif ekstrak tanaman obat. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 13(2), 90–97.
Murase, T., Yamamoto, K., Ito, M., & Tanaka, H. (2023). Plant-derived bioactive compounds as antibacterial agents against pathogenic bacteria: A review. Antibiotics, 12(5), 845.
Rahman, M. A., Hossain, M. S., Islam, M. T., & Rahman, M. M. (2020). Phytochemical constituents and pharmacological activities of Piper retrofractum Vahl.: A review. Journal of Herbal Medicine, 24, 100389.
World Health Organization. (2020). Antimicrobial Resistance. Geneva: World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lu'luul Mansuroh, Ach Faruk Alrosyidi, Lisa Narulita

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







