Literature Review Analisis Statistik BOR Berdasarkan Data Rekam Medis pada Manajemen Rumah Sakit

Authors

  • Ken Dian Bunga Kasih Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan, Stikes Panti Waluya Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36916/j-mika.v1i2.515

Keywords:

data rekam medis, statistik rekam medis, manajemen pelayanan kesehatan, efesiensi tempat tidur, BOR

Abstract

Bed Occupancy Rate (BOR) merupakan indikator penting dalam mengukur efisiensi pemanfaatan layanan rawat inap di rumah sakit. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi statistik data BOR yang diperoleh dari catatan medis dalam konteks manajemen rumah sakit. Dengan menggunakan lima jurnal relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, penelitian ini mengeksplorasi berbagai metodologi dalam analisis BOR, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap BOR rendah, dan dampak BOR terhadap kepuasan pasien serta kinerja institusi secara keseluruhan. Literatur yang dipilih mengungkapkan bahwa metode statistik seperti analisis deskriptif, uji korelasi, regresi linear, serta perhitungan efisiensi operasional umum digunakan untuk mengukur dan menginterpretasikan kinerja BOR. Temuan menunjukkan bahwa data rekam medis memberikan dasar yang andal dan objektif untuk memantau BOR serta menginformasikan keputusan strategis, seperti perencanaan kapasitas, distribusi tenaga medis, dan pengembangan kebijakan pelayanan. Selain itu, penggunaan data yang terstandarisasi dari rekam medis mempermudah perbandingan antarunit dan antarperiode waktu. Tinjauan ini menyoroti pentingnya penerapan sistem informasi rumah sakit yang efektif dan integratif untuk meningkatkan kualitas analisis serta mengoptimalkan alokasi sumber daya dan efesiensi oprasional rumah sakit

References

S. M. Ramadhaniah, “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bed Occupancy Ratio (BOR) Selama Pandemi Covid-19 di Unit Rawat Inap Covid RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Bulan Agustus – Oktober 2021,” Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), vol. 6, no. 2, pp. 187–196, 2022, doi: 10.52643/marsi.v6i2.2577.

W. Widiyanto and R. A. Wijayanti, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Mitra Medika Kabupaten Bondowoso,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 529–536, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2060.

H. Sarma Sangkot, E. Ogitalia, E. Sri Dewi Hastuti Suryandari, A. Wijaya Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, and P. Kesehatan Kemenkes Malang, “Hubungan Efisiensi Bed Occupancy Rate (BOR) dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Koesnadi Bondowoso,” Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 2, pp. 2721–866, 2024, doi: 10.25047/j-remi.v5i2.4216.

N. Sawondari, G. Alfiansyah, and I. Muflihatin, “Analisis Kuantitatif Kelengkapan Pengisian Resume Medis Di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 211–220, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2008.

A. Elyana, F. Erawantini, and S. Suratmi, “Analisis Faktor Penyebab Penurunan BOR di RSUD Sleman,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 28–33, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v2i1.2131.

Wetty mayanora Mendrofa and Angelia Pasaribu, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rs Elisabeth Medan Per Ruangan Berdasarkan Indikator Rawat Inap di Triwulan 1 Tahun 2022,” SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 1, no. 4, pp. 650–659, 2022, doi: 10.55123/sehatmas.v1i4.966.

V. Rinjani and E. Triyanti, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Per Ruangan Berdasarkan Indikator Depkes dan Barber Johnson di Rumah Sakit Singapura Medika Citrautama Kabupaten Tasikmalaya Triwulan 1 Tahun 2016,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 38–45, 2016.

S. A. Septiyowati, P. D. Igiany, and J. Pertiwi, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta,” Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), vol. 9, no. 1,pp. 90–99, 2024, doi: 10.52943/jipiki.v9i1.1557.

Masdalena and I. N. Sulrieni, “Analisis Statistik Asuhan Kesehatan Pasien Rawatinapdi Rumah Sakit Umum Aisyiyahpadang,” Behavioral Science Journal, vol. 1, no. 1, 2023.

A. Salim, E. Rachmawati, M. W. Santi, and I. Muflihatin, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya

Bed Occupancy Rate (BOR) di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 4, no. 4, pp. 219–227, 2023, doi: 10.25047/j-remi.v4i4.3322.

Kemenkes RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit,” no. 3, pp. 1–80, 2019.

K. M. Wirajaya, “Analisis Efisiensi Rawat Inap Di Bali Royal Hospital Dengan Pendekatan Barber Johnson,” Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, vol. 9, no. 1, p. 136, 2023, doi: 10.29241/jmk.v9i1.1412.

P. Salsabella, M. F. Iqbal, P. Fannya, and D. R. Dewi, “Evaluasi Efektivitas Tempat Tidur Tahun 2019-2024 Di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 6, no. 4, pp. 317–326, 2025.

J. Sihombing, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit Tentara Kabupaten Sintang.,” J. Sos. dan Sains, vol. 4, no. 12, p. 1332, 2024

A. B. Surbakti and S. Y. Telaumbanua, “Analisis faktor penyebab rendahnya bed occupancy rate (BOR),” INSOLOGI J. Sains dan Teknol., vol. 2, no. 5, pp. 958–964, 2023

Downloads

Published

2026-07-07

Citation Check