FORMULASI DAN STABILITAS FISIK GEL EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING DENGAN VARIASI CARBOPOL
DOI:
https://doi.org/10.36916/jop(journalofpharmaciest).v1i01.453Kata Kunci:
Gel Jerawat, Carbopol 940, Orthosiphon stamineusAbstrak
Latar Belakang: Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai anti jerawat, serta dalam bentuk sediaan gel memerlukan formulasi yang tepat untuk menjaga stabilitas dan efektivitas senyawa tersebut. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel ekstrak daun kumis kucing dengan variasi konsentrasi basis Carbopol 940 (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%) dan menguji stabilitas fisik sediaan gel tersebut, termasuk homogenitas, pH, daya sebar, sineresis, dan viskositas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen laboratorium (true eksperimen) dengan variasi konsentrasi basis gel (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%). Hasil: Hasil pengamatan organoleptik menunjukkan formulasi kontrol dan formulasi I memiliki warna coklat kehitaman, aroma daun kumis kucing, dan tekstur cair. Formulasi II-IV berwarna coklat kehitaman dengan aroma manis teh dan tekstur gel. Formulasi stabil baik sebelum maupun setelah satu bulan penyimpanan. Semua formulasi tetap homogen, namun hanya formulasi III memenuhi parameter daya sebar dengan diameter 5-7 cm. Formulasi III dan IV juga memenuhi parameter sineresis dengan persentase sineresis kurang dari 1%. Tidak ada sediaan yang memenuhi parameter viskositas yang diinginkan karena nilai viskositasnya di bawah 200 dPas. Kesimpulan: Ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel menggunakan basis Carbopol 940 pada formulasi II hingga IV. Dari lima formula yang diuji, stabilitasnya bervariasi dari yang kurang baik hingga yang baik, dengan Formula Fk dan F1 memenuhi satu parameter stabilitas, F2 memenuhi tiga parameter, F4 memenuhi empat parameter, dan F3 memenuhi lima parameter stabilitas. Formulasi terbaik untuk sediaan gel ekstrak daun kumis kucing adalah formulasi III dengan konsentrasi Carbopol 940 sebesar 1,5%.
Kata kunci : Gel Jerawat, Carbopol 940, Orthosiphon stamineus
Referensi
Almatar, M., & Rahmat, Z. (2014). Identifying the developmental stages and optimizing the sample preparation for anatomical study of Orthosiphon stamineus. 4(03), 66–74. https://doi.org/10.7324/JAPS.2014.40314
Andriaty, S. N., Akbar, F., & Wahab, A. (2019). Perbandingan efektifitas ekstrak etanol 96% akar dan daun kumis kucing (. 6, 302–309.
Anggraeni Putri, P., Chatri, M., & Advinda, L. (2023). Characteristics of Saponin Secondary Metabolite Compounds in Plants Karakteristik Saponin Senyawa Metabolit Sekunder pada Tumbuhan. Serambi Biologi, 8(2), 251–258.
Arifin, A., Iqbal, M., & Iersitas. (2019). Formulasi Dan Uji Karakteristik Fisik Sediaan Patch Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus). 5(2), 187–191.
Atmaja, H. I. P., Fajaryanti, N., Mediastini, E., & Purnomo, D. P. (2022). Perbandingan Konsentrasi Carbopol terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat. Jurnal Farmasetis; LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal, 11(2), 125–134.
Attamimi, F. A., & Yuda, I. P. (2022). Aktifitas Antibakteri Terpenoid dari Umbi Sarang Semut ( Myrmecodia pendens ) Terhadap Streptococcus Sanguinis ATCC10556. 3(2), 76–84.
Bara, B. Al, Rivianto, F. A., Nurlaela, & Sulastri. (2021). Vol. 2, No. 7, Juli 2021. 2(7).
Chaerunisaa, A. Y., Husni, P., & Murthadiah, F. A. (2020). Modifikasi Viskositas Kappa Karagenan Sebagai Gelling Agent Menggunakan Metode Polymer Blend. Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry, 12(2), 73–83. https://doi.org/10.22437/jisic.v12i2.12040
Delyani, R., Kurniawati, A., Melati, M., & Nur Faridah, D. (2017). Produksi Simplisia Kumis Kucing dengan Perbedaan Cara Pemupukan dan Ketinggian Pangkas pada Rotasi Panen Tiga Minggu. Jurnal Hortikultura Indonesia, 8(3), 209–217. https://doi.org/10.29244/jhi.8.3.209-217
Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.
Depkes RI. (2020). Farmakope Indonesia Edisi IV.
Dhurhania, C. E. (2019). Penetapan Kadar Metilparaben dan Propilparaben dalam Hand and Body Lotion secara High Performance Liquid Chromatography. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 1(1), 38. https://doi.org/10.37013/jf.v1i1.12
Hasanah, N., Purnama, F., Indah, S., Anggraeni, D., & Ismaya, N. A. (2020). Perbandingan Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Lidah perbandingan formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak lidah buaya ( aloe vera ) dengan perbedaan konsentrasi. September. https://doi.org/10.52118/edumasda.v4i2.104
Hidayah, N., Peternakan, P. S., Pertanian, F., & Bengkulu, U. M. (2016). Pemanfaatan Senyawa Metabolit Sekunder Tanaman ( Tanin dan Saponin ) dalam Mengurangi Emisi Metan Ternak Ruminansia Utilization of Plant Secondary Metabolites Compounds ( Tannin and Saponin ) to Reduce Methane Emissions from Ruminant Livestock PENDAHULUAN. 11(2), 89–98.
Inggriyani, C. G., & Hidayaturrahmi. (2022). Histofisiologi reseptor sensoris kulit. 5(3), 10–17.
Kalangi, S. J. R. (2013). Histofisiologi kulit. 12–20.
Karim, A., Marliana, & Sartini. (2018). Efektivitas Beberapa Produk Pembersih Wajah Antiacne Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 5(1), 31–41. https://doi.org/10.31289/biolink.v5i1.1668
Khalisha, P. N., Widyaningrum, I., Purwanti, S., Khalisha, P. N., Widyaningrum, I., & Purwanti, S. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi Polar Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus) Terhadap Propionibacterium Acnes. Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine), 10(2), 1–9.
Kiswandono, A. A. (2017). Perbandingan Dua Ekstraksi Yang Berbeda Pada Daun Kelor (Moringa oleifera, lamk) Terhadap Rendemen Ekstrak Dan Senyawa Bioaktif Yang Dihasilkan. Jurnal Sains Natural, 1(1), 53. https://doi.org/10.31938/jsn.v1i1.13
Mutiara Sri Balqis, A. F. (2021). Prarancangan Pabrik Propilen Glikol Dari Gliserol Dengan Desain Alat Utama Kolom Distilasi (D-102). Jom Fteknik, 8(2), 1–10.
Nakhil, U., Kaltsum, U., Purwojati, N., & Latifah, E. (2018). Uji Stabilitas dan Penentuan Formula Optimum pada Gel Madam ”Gel Ekstrak Daun Adam Hawa (Rheo Discolor) sebagai Gel Antiinflamasi” untuk Penelitian Lanjutan. Prosiding APC (Annual Pharmacy Conference), 3, 14–24.
Ningrum, R., Purwanti, E., & Sukarsono. (2016). Identifikasi Senyawa Alkaloid Dari Batang Karamunting ( Rhodomyrtus tomentosa ) Sebagai Bahan Ajar Biologi Retno Ningrum et al ., Identifikasi Senyawa Alkaloid Indonesia merupakan Negara dengan kekayaan alam yang melimpah . Hampir segala jenis tumbuhan da. September.
Ningsi, S., Leboe, D. W., & Armaya, S. (2016). Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Daun Binahong (A ndredera cordifolia ) Surya Ningsi, Dwi Wahyuni Leboe, Sri Armaya Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. JF FIK UINAM Vol.4, 4(1), 21–27.
Ningsih, I. S., Chatri, M., & Advinda, L. (2023). Flavonoid Active Compounds Found In Plants Senyawa Aktif Flavonoid yang Terdapat Pada Tumbuhan Abstrak Pendahuluan. 8(2), 126–132.
Praselya, Z., Fitriani, N., & Herman, H. (2022). Formulasi Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Metanol Rumput Laut (Euchema spinosum) Asal Kota Bontang Kalimantan Timur. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 15, 205–212. https://doi.org/10.25026/mpc.v15i1.645
Ridwan, Iskandar, R., & Nizar. (2016). Pengembangan dan Aplikasi Viskometer. Makalah SBMTK-2015, May, 1–5.
Rivai, A. T. O. (2020). INDONESIAN FUNDAMENTAL. 6(2), 63–70.
Rosari, V., Fitriani, N., & Prasetya, F. (2021). Optimasi Basis Gel dan Evaluasi Sediaan Gel Anti Jerawat Ekstrak Daun Sirih Hitam (Piper betle L. Var Nigra). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, April 2021, 204–212.
Salasa, A. M., Ratnah, S., & Abdullah, T. (2021). Kandungan Total Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus B.). Media Farmasi, 17(2), 162. https://doi.org/10.32382/mf.v17i2.2292
Sapara, T. U., & Waworuntu, O. (2016). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pacar Air ( Impatiens balsamina L .) Terhadap Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. 5(4), 10–17.
Saptowo, A., & Supriningrum, R. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Sekilang ( Embeliaborneensis Scheff ) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. 93–97.
Sehro, Luliana, S., & Desnita, R. (n.d.). Pengaruh Penambahan Tea (Trietanolamine) Terhadap Ph Basis Lanolin Sediaan Losio. 2, 4–9.
Sifatullah, N., & Zulkarnain. (2021). Jerawat ( Acne vulgaris ): Review Penyakit Infeksi Pada Kulit. November, 19–23.
Slamet, S., Anggun, B. D., & Pambudi, D. B. (2020). Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Gel Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 115–122. https://doi.org/10.48144/jiks.v13i2.260
Sukmana, A., Purwanti, S., & Widyaningrum, I. (2022). Karakterisasi Fisik , Kimia , Dan Stabilitas Sediaan Gel Oleanolic Acid Dengan Berbagai Konsetrasi Gelling Agent Cmc - Na Physical , Chemical Characterization and Stability of Oleanolic Acid Gel Preparations With Various Concentrations of Gelling Agent Cm. Jurnal Bio Komplementer Medicine, 9(2), 1–6.
Suzalin, F., Marlina, D., & Agustini, S. (2021). Formulasi dan Evaluasi Gel Antijerawat Ekstrak Daun Jeringau Hijau (Acorus Calamus L.) Dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent. JKPharm Jurnal Kesehatan Farmasi, 3(1), 7–16. https://doi.org/10.36086/jpharm.v3i1.901
Thomas, N. A., Tungadi, R., Latif, M. S., & Sukmawati, M. E. (2023). Pengaruh Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Gel Lidah Buaya ( Aloe Vera ). 3(2), 316–324. https://doi.org/10.37311/ijpe.v3i2.18050
Wardania, A. K., Malfadinata, S., & Fitriana, Y. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei). Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(1), 14. https://doi.org/10.31764/lf.v1i1.1206
Yulianti, R., Nugraha, D. A., & Nurdianti, L. (2015). Formulasi Sediaan Sabun Mandi Cair Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Bl) Miq.). 3(2), 1–11.
Zahrah, H., Mustika, A., & Debora, K. (2018). Aktivitas antibakteri dan perubahan morfologi dari propionibacterium acnes setelah pemberian ekstrak curcuma xanthorrhiza. 20(3), 160–169
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Daudy Sugiarto, Luluk Anisyah, Ani Riani Hasanah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







